Partai Boenga dideklarasikan pertama kali pada hari Selasa, 10 April 2001 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sejak tahun 2001 Partai Boenga menjadi salah satu Partai Mahasiswa yang ikut dalam Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Partai Boenga juga selalu menjadi trend setter bagi partai lain dalam urusan kreatifitas kampanye Pemira. Unlimited Crativity (kreatifitas tak terbatas) dan fun fearless student (mahasiswa ceria pemberani) menjadi ciri khas Generasi Partai Boenga.
Terima kasih dukungan suara Anda untuk Partai Boenga dalam setiap Pemira UIN Jakarta. Salam Hormat.
Menjadi Partai Mahasiswa yang Aspiratif, Progresif, dan Inovatif di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Azas Partai
1. Kedaulatan 2. Kemandirian 3. Kerakyatan
Lambang Partai
Setangkai Bunga Mawar Merah yang menyimbolkan kehormatan serta ketulusan atas cinta kasih, kesetiaan, persaudaraan, dan persahabatan universal.
Berdiri Sejak
Selasa, 10 April 2001, di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Hirarki Hukum Partai
1. Manifesto Boenga 2. Pedoman Partai Boenga 3. Kode Etik Kader/ Pengurus Partai 4. Garis-garis Besar Haluan Partai 5. Ketetapan MUKTAGUL Boenga 6. Ketetapan Central Committee (CC)/ Pusat Partai Boenga
Mawas Boenga
Lima Wawasan (MAWAS) Boenga: 1. Wawasan Spiritual 2. Wawasan Pendidikan 3. Wawasan Kebudayaan 4. Wawasan Sosial-Politik 5. Wawasan Teknologi-Sibernetika
1. Muktamar Gaul (MUKTAGUL) 2. Pembekalan Generasi Boenga 3. Pembekalan Pandawa Boenga 4. Pembekalan Central Committee 5. Even Triwulan: Happy Sunday 6. Lembaga Studi Informasi & Politik 7. Pelatihan Stimulasi Motivasional 8. Pelatihan Kewirausahaan 9. Diskusi & Seminar (Multidimensi) 10. Aksi & Advokasi Sosial
Pusat Partai Boenga
# Dewan Konsili Partai # Ketua Central Committee Sekertaris Jenderal Bendahara Partai Biro Politik & Propaganda Biro Pemenangan Pemilu Raya Biro Internal Biro Arsip Data & Informasi Biro Jaringan Organisasi Biro Media Massa & Publikas Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)
Bagi Anda yang mendukung dan simpati terhadap gerakan dan aktivitas Partai Boenga dapat mengirimkan kritik, saran, usulan, informasi, berita, dan hal penting lainnya melalui email partai: partaiboenga@yahoo.com. Sungguh dukungan Anda adalah inspirasi dan kekuatan bagi gerak langkah kami. Salam Boenga!
Jakarta (12/09) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, pagi tadi baru mengetahui hasil Pemira Kampus dari masing-masing fakultas, kecuali Fakultas Ilmu Tarbiayah dan Keguruan (FITK). Dari sepuluh fakultas yang ada di UIN Jakarta (Reguler dan Non Reguler, hanya FITK yang belum diketahui pemenangnya. Mengingat FITK adalah penentu kemenangan masing-masing Parpol di tingkat Universitas, maka seluruh kepentingan Parpol tumpleg-bleg di fakultas ini. Sehingga proses lobbying antar Parpol untuk penetapan penghitungan cukup banyak menyita waktu.
Dari hasil penelusuran Tim Redaksi PMII KOMFAKSYAHUM Online, perolehan suara pada sembilan fakultas yang telah diketahui pemenangnya, masing-masing partai masih mengalami perimbangan perolehan suara. Prediksi ini disesuaikan dengan perolehan suara masing-masing partai pada 9 fakultas yang telah dihitung.
Sampai saat ini dari masing-masing Parpol hanya ada selisih 50-200 suara. Hal inilah yang membuat peta politik semakin menegang. Semua Parpol baru meraba-raba kemungkinan jumlah suara yang akan diperoleh dari FITK. Parpol-parpol tersebut tidak mau ambil risiko yang terlalu berbahaya, jika mereka belum mendapatkan kepastian angka selisih di fakultas ini.
Nuansa penghitungan suara di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga berbeda-beda. Di Fakultas Ushuluddin dan Filasafat (FUF) misalnya, terjadi ketegangan antar massa pendukung Parpol. Namun ketegangan ini sedikit aneh, karena ketegangan tersebut justeru terjadi pada partai yang sepakat berkoalisi, yaitu Partai Persatuan Mahasiswa (PPM) dan Partai Intelektual Muslim (PIM). PPM merasa dihianati oleh PIM lantaran PIM ternyata tidak mendukung calon dari PPM.
Berbeda halnya, dengan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH), di TPS ini, massa PPM dengan semangat selalu meneriakkan kemenangan dan shalawat. Seraya sesekali melantunkan lagu penyemangat “Syariah dan Hukun biru lagi…2X. Kasian dech lo…2X)”. Orasi kemenangan PPM pun dilakukan hingga siang tadi. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan terima kasih Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPM FSH atas kepercayaan mahasiswa FSH terhadap PPM serta kader PPM yang telah diusung pada Pemira kali ini. DPW PPM FSH juga berharap kepada para mahasiswa untuk menjadikan BEM FSH sebagai patner kerja, ruang penyampaian aspirasi, dan penengah bagi para mahasiswa.
Begitu tegangnya penghitungan suara, sehingga membuat semua merasa lelah. Meski demikian, hasil yang seutuhnya dari Pemira Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta belum menunjukkan hasil yang pasti. PPM, PARMA, PIM, PARTAI BOENGA, PARTAI PROGRESSIVE atau Golput, tinggal menunggu hasilnya. (aang)
Setelah acara Debat Capres UIN jkt yang di adakan di Aula Student Centre tanggal 7 Sepember 2007 ntuh.. akhirnya PEMIRA (Pemilu Raya) pun terlaksanakan jjuga sesuai dengan Schedule yang telah ditentukan. Setelah Musim Kampanye selesai, dilanjutkan dengan Debat Capres 7 Sept, kemudian tanggal 8 Sept masa tenang diiisi oleh acara2 hiburan, Inaugurasi Kampuz dengan Bintang Tamu Ten To Five dan Ajeng Mamamia, Gue kecapean jadi gak sempet nonton, hehe capek euy.. !!, truz tanggal 9 nya disusul Oleh Konser Utopia and Puncatory dari jam delapan hingga jam 12 malem.Walahhh.. Gue seh pas Utopia udahan pilih pulang aje dagh. Secara Biasalah Mahasiswa kalo ada konser gratis pasti dateng. Jadi banyak juga tuh anak2 Kampus luar yang pada dateng.
And 10 Sept Pemilu Legislatif kemudian disusul oleh Pemilu Eksekutif tadi, tanggal 11 Sept 2007. Dengan Capres2 dari berbagai partai yang sudah Bercuap cuap menyampaikan Visi dan Misinya pa Debat Capres beberapa hari yang lalu.Diantaranya Adi jenggot dari PARMA (Partai Reformasi Mahasiswa), Nu’man Yasir dari Partai Progresif, Adi Muhammad Jonathan dari PPM (Partai Pesatuan Mahasiswa), Burhannudin dari PIM (Partai Intelektual Muslim), dan Nur Yassin dari Partai BOENGA. Yang paling Heboh pendukungnya tuh seperti biasa selalu para PIM Mania, mulai dari kostum hingga Gaye nye yang MasyaAllah dech. Lain halnya dengan Capres dari Partai BOENGA, Partai yang satu ini memang lain dai yang lain. Ketika para Capres lain mengutarakan Visi dan Misinya, Dia dengan santai bilang "Ahh Saya Mah.. Biasa lah !!!", semua Audience tertawa. Partai BOENGA emang gax suka memaparkan Vis dan Misi dalam tatanan Teoritis. Mereka lebih mengutamakan Bukti2 Kongkrit untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dari pada janji2 visi dan Misi yang mengunang intervensi dari pihak2 lain ketika visi dan Misi itu tidak terwujud.Ketika sesi tanya jawab, Gue sedikit kecewa pada beberapa Orang Penanya yang terang2an mengkitik pedas Capres2 dari PARMA, PPM dan PIM. Bahkan Mereka Memprovokasi Audience agar Jangan memilih Capres2 yang ia sebutkan itu. Jujur Gue sebbel bgtz pas denger pertanyaan Kak…., bener2 tidak dewasa, tidak supportif dan terlalu subjektif. Apalagi pake acara Provokasi teranf2an di Depan Forum. Akhirnya Wakil penanya dari Partai Progresif tiba2 Maju seraya beristighfar keras2 bkin suasana makin tegang and Panas. Doski marah2 and Mengklaim bahwa semua Warga Kampus yang hadir di Ruangan itu KAyak anak Kecil and Gak dewasa,lebih mentingin and Ngebanggain Partainya masing2 dari pada semangat bersatu sebagai keluarga Besar UIN Syahid Jkt. Duh aduhh… Hampirr aja Keoss pada ribut deh tuh. Setiap acara Debat yang terdiri dari warna warni Partai dan Aliansi pasti dech ujung2nya Ribut Ribut adu Jotos gak jelaz.
And rata2 semua Capres tuh inti Visi dan Misinya ingin memperbaiki Student Goverment (Pemerintahan Mahasiswa) dan Demokrasi Kampus yang sudah mulai tercemari Oleh Para Petinggi2 Kampus sebelumnya. Belum lagi masalah Transparansi Dana di Kampus yang makin terlihat Gelap saja. Contoh Konkritnya adalah Saat acara Propesa alias Ospek Makasiswa baru tahun ini yang payah bgtz, gax seKeren Propesa sewaktu angkatan Gue (????). Bayangkan Saja, di acara Besar seperti itu tidak diadakan Demo UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang memperkenalkan berbagai UKM yang ada di Kampus. Padahal kita semua tau UKM itu merupakan bagian dari kekayaan kampus yang harus dilestarikan; ARKADIA,KMF KALACITRA, FORSA, FLAT, KUNGFU LAN SHE LUNG, BOXER, HIQMA, LDK, LPM, dsb.Jadi, bagaimana Para Mahasiswa baru bisa mengenal dan belajar mencintai Kampusnya sedangkan UKM UKM yang ada Di Kampus saja Mereka tidak tahu.Bagaimana Mereka bisa menjadi para Junior2 yang kritis?. Secara…. Dana yang di kasih untuk PROPESA Lima puluh juta. Tapi Kemana Dana2 itu? masa DemoUKM aja tidak ada !!, ini sungguh sangat Menyedihkan !!. Emang seh hari tenang Menjelang malam Konser Utopia diadakan UKM Expo. yang memperkenalkan UKM2 denga membuat Stand2 kecil di masing2 UKM. Tentu saja tidak semua Mahasiswa baru bisa mendatangi Stand2 yang hanya di Buka Instant satu hari doankz ntuh. Lain halnya klo si Propesa ada Demo UKM2, kadi semua anak baru bisa menyaksikan sehingga mereka kagax awam2 amat ama UKM2 yang ada di Kampuz. Yang paling Menyedihkan, salah satu anak Baru yang Ngekost bareng Gue nanya:"Kak.. UKM apaan sih?"…, Gue ma temen2 Gue langsung Shock GUBRAKKKK ngedenger pertanyaan ntuh. salah siapa?, Wajar aja mereka gak tau, Orang propesanya aja Gazebo (Gax Jelaz Boo).
Kepada Calon Presiden Kami yang baru, Please dunkz…. Libatkan semua Unsur untuk jadi Staff2 anda dari semua partai, Libatkanlah.. agar tidak ada Kebencian, kesalahfahaman dan sikap saling menjatuhkan. Ini bener2 suatu fenomena yng menyedihkan. Padahal kita semua berada dalam satu Naungan Keluarga Besar UIN Syahid. Whatever Warna Warni Partai2 kita, Aliran2 yang ada, Mazhab2 yang ada, Aliansi2 yang ada, dan Warna Warni Organisasi kita yang ada di kampuz.. Please dunkz… Bersatulah.. Peace Mannn… !!!! Kita sama2 belajar Mencintai Kedamaian.Yuk Yaghh Yuukkk !!.
Diambil dari: www. raincityzlady.blog.friendster.com
Aula Madya, UINJKTOnline—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta harus memiliki kepekaan terhadap persoalan yang menghimpit masyarakat. Karena itu, program yang dicanangkan BEMU periode selanjutnya harus dekat dengan masyarakat.
"Problematika yang menghimpit kehidupan masyarakat sangat banyak. Sudah sepatutnya BEM di masa yang akan datang dapat lebih berbicara banyak dalam melihat sisi kehidupan masyarakat” tukas Ketua Kongres Mahasiswa UIN Jakarta (KMU) Rio Hadi Saputra, saat menjadi panelis dalam acara Debat Kandidat Calon Presiden BEM UIN Jakarta periode 2007/2008 di Aula Madya, Jum’at (7/9).
Hadir pula sebagai panelis seluruh pemangu jabatan Student Government periode 2006/2007 seperti Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UIN Jakarta Adi Rohadi, dan Presiden BEM UIN Jakarta periode 2006/2007 Syukron Jamal . Acara Debat Kandidat Calon Presiden BEM UIN Jakarta ini diawali dengan sambutan Ketua Komisi Pemilihan Umum, Luthfi dan dimoderatori Herdi Jaya Kusuma
BEMU periode mendatang, lanjut Rio, harus mampu membuat program yang menyentuh sendi-sendi masyarakat karena selama ini program BEM selalu identik dengan acara seremonial seperti; seminar, lokakarya, dan workshop.
Menanggapi pernyataan Rio, dalam pemaparan visi-misi, calon presiden dari Partai Intelektual Muslim (PIM) Burhanuddin mengatakan, ia akan melakukan advokasi mengajak mahasiswa secara berkesinambungan dalam menghidupkan kembali eksistensi BEM sebagai duta masyarakat yang selama ini dirasakannya kurang maksimal.
“Kalau terpilih, kami akan membentuk semacam Student Potensial Centre yang nantinya akan memberikan edukasi sosial politik yang berbasis pengabdian masyarakat. Kami juga akan membuka ruang gerak mahasiswi sebagai garda terdepan perjuangan kaum perempuan untuk turut serta mewujudkan UIN Jakarta menjadi kampus yang nyaman, dan santun” papar Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi yang memiliki motto “Sepenuh Hati Untuk Perubahan” dalam setiap kegiatan kampanyenya.
Kandidat lainnya, Nur Yasin dari Partai Boenga mengaku, ia akan menitik beratkan pergerakan mahasiswa dibanding hanya penyampaian visi dan misi secara teoritis. Ia mengaku kecewa dengan pucuk pimpinan BEM UIN Jakarta yang lupa bahwa mahasiswa merupakan agen of change (agen perubahan) yang dinanti pengabdiannya di mata masyarakat.
“Yang menjadi perhatian saya adalah pergerakan mahasiswa selama ini yang kurang maksimal. Kita seharusnya dapat menjadi gerbong dalam pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing” tegas mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini dengan semangat.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Ketua KPU berharap dengan diselenggarakannya acara yang merupakan salah satu agenda dalam Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) Kampus ini menjadi pembelajaran demokrasi yang positif bagi mahasiswa.
“Para kandidat seharusnya dapat melihat permasalahan yang menghimpit mahasiswa dengan pandangan yang substansial. Siapapun kandidat yang terpilih akan membawa amanah dan nama baik civitas akademika UIN Jakarta”ujarnya saat menutup sambutan.
Penulis : Luthfi Destianto Solihin (www.deztian.blogspot.com)